Kisah juang 5 sahabat bersama-sama menggapai cita-cita dengan memegang prinsip dari tiga pepatah. Buku ini merupakan buku pertama dari trilogi Negeri 5 Menara. Dikisahkan ada 5 sahabat yang dipertemukan dalam pondok pesantren. lima sahabat itu berasal dari latar belakang keluarga dan tempat yang berbeda. Mereka disatukan di bawah menara masjid. minggu wajib berbahasa Arab.”. 4.4 PENOKOHAN/WATAK. Alif Fikri : Tabah dan Sabar (“sabar, kita harus menghadapi hukuman ini dengan. sabar”). Dulmajid : Ia dari Sumenep, Madura. Seorang pemain bulutangkis, rekan latih tanding. Ustad Torik. Lucu, nekad (“Hah, ayo kita gotong terus masih ada waktu 5 menit” ). Novel Negeri 5 Menara menara ini juga telah diangkat menjadi sebuah film dengan judul yang sama, diproduksi oleh Kompas Gramedia Production bersama Million Pictures, dan diputar serentak di bioskop seluruh Indonsia pada tanggal 1 Maret 2012 Kelebihan: Novel ini cocok dibaca oleh semua kalangan baik dari kalangan anak kecil maupun orang dewasa. Dari judul sudah mencerminkan isi teks novel, novel Negeri 5 Menara merupakan simbol terhadap lima negara. Menara terinspirasi dari kebiasaan para tokoh di Pondok Madani yang berkumpul di menara pondok sambil memandang awan di langit dan masing- masing tokoh melukiskan bentuk awan seperti benua menurut “kacamata” mereka masing-masing. Karya fiksi Ahmad Fuadi dinilai mampu menumbuhkan semangat untuk berprestasi. Novel 'Negeri 5 Menara' meraih Anugerah Pembaca Indonesia 2010 dan tahun yang sama juga masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award, sehingga PTS Litera, salah satu penerbit di negeri jiran Malaysia tertarik menerbitkan di negaranya dalam versi bahasa melayu. 9NlSLN9.

resensi novel negeri lima menara